INILAH 5 TEMPAT MELIHAT FENOMENA ALAM TERBAIK INDONESIA

Pemandangan alam Indonesia yang begitu indah, bisa Anda nikmati di berbagai tempat. Tapi, tahukah Anda tempat terbaik untuk menikmatinya? Berikut adalah 5 tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena alam di Indonesia.

Sunrise, sunset, gelombang ombak di laut, dan fenomena alam lain selalu menarik untuk dinikmati. Ada banyak tempat di Indonesia yang bisa Anda pilih untuk menyaksikannya. detikTravel, Rabu (25/1/2012) menghimpun 5 tempat di Indonesia yang memiliki fenomena alam paling menakjubkan. Yuk! Kita tengok.

1. Sunrise di Gunung Bromo


Fenomena pertama yang asyik untuk diamati adalah sunrise atau matahari terbit. Tempat paling asyik untuk menyaksikan sunrise adalah Gunung Bromo. Untuk melihat sunrise, Anda harus berangkat sejak subuh dari Desa Cemara Lawang, dan pergi ketempat penanjakan yang memang biasa dijadikan titik melihat sunrise. Di sini, Anda bisa melihat matahari muncul dari ufuk timur dengan cahaya kemerahannya. Pemandangan semakin cantik dengan adanya efek kabut tebal di sekeliling gunung, dan latar Gunung Semeru.

Gunung Bromo yang terletak di Jawa Timur ini memang sudah terkenal sebagai tempat terbaik untuk melihat sunrise. Ketenarannya ini tidak hanya dikenal oleh penduduk Indonesia saja, tetapi juga luar negeri. Ini bisa dilihat dari wisatawan yang datang ke pendakian untuk menyaksikan sunrise. Anda bisa melihat wisatawan domestik dan mancanegara melebur menjadi satu untuk melihat keanggunan matahari ketika keluar dari persembunyiannya.

2. Sunset di Pantai Seminyak


Jika berjalan kaki ke arah utara dari Pantai Kuta, Anda akan tiba di pantai terbaik untuk melihat sunset atau matahari terbenam, Pantai Seminyak. Suasana pantai ini tidak jauh berbeda dengan kuta. Hanya saja karena lokasinya yang jauh dari pusat keramaian, pengunjung yang datang ke Pantai Seminyak tidak sebanyak Pantai Kuta.

Pantai berpasir putih ini dikenal sebagi tempat terbaik untuk melihat sunset. Selain tempatnya yang sepi, lokasinya yang tak jauh dari Bandara Ngurah Rai juga menjadi daya tarik tersendiri. Di sini, Anda bisa menikmati matahari terbenam sambil menikmati makanan yang disediakan di restoran sekitar pantai. Anda juga bisa menyaksikan sunset sambil bermain-main di pantai, ditemani deburan ombak dan temaramnya cahaya matahari. Jangan lupa membawa kamera, ya!

3. Ombak di G-Land


Siapa sangka Indonesia memiliki tempat terbaik di dunia untuk surfing. Di Banyuwangi, ada Pantai Grajagan yang menawarkan ombak terbaik sedunia. Pantai inilah yang menjadi asal muasal nama G-Land. G-land sendiri adalah inisial dari kata Grajagan. Grajagan berada 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Pantai ini luas dengan pasir hitam, memiliki gua dan bukit yang indah.

Ombak di pantai ini sudah terkenal di dalam dan luar negeri karena ketinggiannya. Banyak peselancar yang tertarik datang untuk menaklukkannya. Ombak yang menggulung tinggi ini, berhasil menarik wisatawan untuk datang berselancar sejak dekade 1970-an. Tertarik mencoba?

4. Api Abadi


Apakah Anda pernah mendengar tentang api yang tak kunjung padam? Ya, inilah api abadi yang terdapat di Madura. Sesuai dengan namanya, api ini selalu muncul dari dalam tanah dan tak pernah padam, sekali pun hujan mengguyurnya. Jika ingin melihat fenomena alam yang luar biasa ini, Anda bisa datang ke Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Menurut penjelasan ilmiah, di sekitar kawasan tersebut banyak mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan oksigen. Efek yang ditimbulkan dari gesekan tersebut adalah munculnya api. Anda bisa melihat api tak kunjung padam ini dari balik pagar yang membatasinya. Tapi jika penasaran, Anda dapat melihat fenomena ini dari dalam pagar.

5. Bleduk Kuwu


Setelah api tak kunjung padam, Anda bisa melihat fenomena lain yang ada di Indonesia, seperti Bledug Kuwu. Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Di sini, Anda bisa melihat letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung secara berkala. Biasanya letupan lumpur ini berlangsung selama 2-3 menit.

Semburan terbesar lumpur ini terpusat pada satu titik saja, dan diikuti dengan semburan kecil yang terdapat di beberapa tempat. Jika datang ke tempat ini, jangan terlalu mendekati lokasi letupan. Ini karena struktur tanah di sekitar letupan begitu gembur, bisa membuat siapa saja yang berjalan di atasnya terperosok.

[sumber : detik.travel]

Pemandangan Indah Di Pulau Seribu (Lombok)

Pemandangan Indah Di Pulau Seribu (Lombok)


Coba rasakan nikmatnya suasana hangat penduduk asli Sasak, bercanda dengan anak pantai, melihat kehidupan sehari-hari dan mengunjungi tempat-tempat indah di Lombok.

Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian acara ASEAN Foreign Ministers’ Retreat pada tanggal 17 Januari 2011 dengan melepas kepulangan para menteri luar negeri ASEAN ke negara masing-masing, sebagai tugas yang dipercayakan kepada saya sebagai 1st runner up Putri Pariwisata Indonesia 2009 dari Yayasan EL JOHN Indonesia, tibalah waktunya bagi saya untuk melihat kekayaan wisata dan budaya Lombok yang begitu luas, indah dan mendapat julukan “Pulau Seribu Masjid”.
Pada kesempatan kedua kali ke Pulau Lombok ini, saya memilih untuk mengunjungi beberapa tempat, diantaranya Pantai Kuta yang mempesona. Perjalanan dimulai dengan menilik hasil kerajinan tembikar EBONG di Banyumelek, dilanjut dengan melihat proses pembuatan songket SESEKAN di Sukarara, dan di sana saya menerima keramah tamahan penduduk asli suku SASAK, di Sade, Lombok Tengah.

Terdapat jejeran rumah tradisional beratapkan jerami, dan cara unik membersihkan lantai rumah, serta tradisi menculik mempelai perempuan, semuanya begitu memukau saya. Sungguh menyenangkan berada di tengah-tengah masyarakat tradisional suku Sasak yang masih mempertahankan bahasa aslinya.
Kemudian perjalanan dilanjutkan dan sampailah di Pantai Kuta (baca: Kute) yang memiliki hamparan pasir bagai biji merica. Sejauh mata memandang yang menyambut adalah hamparan laut biru merona kehijauan diapit oleh tebing di sisi kanan dan kiri. Langit biru cerah berhiaskan awan putih, melengkapi pesona wisata Pantai Kuta. Semuanya membuat seolah waktu berhenti. Saya pun memejamkan mata, menghirup angin laut, sambil mendengarkan desir ombak. “Sungguh nikmat berada surga dunia ini sendirian” ucap saya dalam hati. Kekayaan Tuhan yang luar biasa.

Tiba-tiba saya tersadar, karena kedua kaki telah terbenam jauh ke dalam pasir. Sungguh unik pasir di Pantai Kuta. Selain besarnya seperti butiran merica, pada saat berpijak di atasnya, maka kaki akan terperosok jauh ke dalam dari yang kita kira. Membuat rasa hangat dan terasa menyegarkan.
Di sana, saya sempat bersenda gurau dengan beberapa anak pantai, teriknya matahari membakar kulit tak lagi terhiraukan. Sungguh tak meragukan bahwa Indonesia bangsa yang ramah tamah. Kedamaian inilah yang menenangkan hati dan pikiran.
Setelah puas bersenda gurau dan menikmati suasana Pantai Kuta yang indah, tibalah waktunya untuk kembali Senggigi. Rasanya berat meninggalkan suasana yang sangat menyenangkan di alam yang mempesona.


Perjalanan pulang kali ini, saya mengambil rute perjalanan yang berbeda dan melihat keindahan lainnya, sebuah pemandangan hamparan hijau padi di sawah yang terlihat elok menawan.
Sesampainya di kota, tidak lupa saya singgah membeli madu Sumbawa dan dodol nangka khas Lombok kegemaran saya dan keluarga. Di sore hari yang penuh kegembiraan itu, saya masih melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi beberapa tempat seperti Pura Lingsar, yang menandakan simbol Islam dan Hindu dalam keharmonisan. Dengan mengikuti kisah sejarah Pura Lingsar, saya berhenti di depan Kolam Wali untuk mengikuti tradisi lempar koin dan menghitung batu sambil bermohon dalam hati dan berharap permohonan dikabulkan.
Lambat laun, senja pun mulai menampakan rautnya. Momen terbenamnya sang surya tidak ingin saya lewatkan dengan sia-sia, konon sunset di sini sangat indah. Saya pun menuju Pura Batu Bolong sebagai pemberhentian terakhir saya. Disertai dahsyatnya deru ombak menghantam bebatuan, di ujung karang berdiri dengan kokoh Pura Batu Bolong, tempat memuja Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerahNya pada pulau eksotis ini, pulau Lombok. Di sanalah saya mengucap syukur pada yang maha kuasa untuk semua keindahan yang boleh saya nikmati. “Lombok, aku akan kembali, dan kisahmu yang mengagumkan akan kubagikan ke anak bumi” itu janjiku.
Terima kasih saya ucapkan kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang memberikan kepercayaan pada saya untuk mengikuti berbagai aktivitas, keluarga besar Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, terutama kepada Bapak Djauhari Oratmangun atas kesempatan untuk belajar, dengan segala bimbingan, dan figur bagi saya. travel.okezone.com